Pasang iklan di sini Rp. 50.000/bulan

1:50 PM
0
Allah swt berfirman  :

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati…( Ali Imran 185)

Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu) . Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaatpun ( Al Araf : 34)

….Dan tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan dikerjakannya esok, dan tidak seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati….( Al Luqman : 34)

Mensikapi bencana pesawat Sukhoi yang sedang hangat diperbincangkan berbagai media di tanah air  bahkan di dunia internasional, sebagai seorang muslim tentu kita faham betul arti dan maksud dari kutipan ayat-ayat diatas.

Sudah merupakan sunnatullah bahwa setiap diri akan mengalami kematian. Namun yang menjadi misteri adalah kita tidak pernah mengetahui kapan, dimana dan dengan cara seperti apa kematian datang menjemput kita.

Setiap kejadian yang terjadi di muka bumi ini tidak pernah luput dari hikmah. Kecelakaan pesawat yang bukan pertama kali terjadi di atmosfer Indonesia ini tentu membawa banyak hikmah untuk kita semua. Diantaranya dzikrul maut atau mengingatkan kita kepada kematian yang pada hakikatnya siap menghampiri kita kapan saja.

Kecelakaan maut di darat, di air atau di udara hanyalah salah satu cara Allah mengambil nyawa makhluk-makhlukNya. Yang menjadi tanda tanya besar adalah sejauh manakah kita telah mempersiapkan  kematian kita yang merupakan gerbang awal kehidupan abadi kita semua sejak kita mengerti bahwa kematian akan datang tanpa kabar berita kapan, dimana dan bagaimana?

Sungguh ayat-ayat diatas merupakan kemurahan dan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-hambanya agar  kita semua bersiap siap dengan matang menghadapi akhir kehidupan kita. Karena pasti semua manusia ingin hidupnya berakhir dengan husnul khotimah.

Ulama Ibnul qoyyim mengatakan “ Orang yang paling cerdas adalah orang yang selalu mengingat kematian dan mempersiapkan kematiannya dengan matang”.

Usia dan kesempatan adalah dua hal penting yang diberikan Allah sebagai investasi semasa hidup di dunia. Dengan usia yang terbatas tentunya kita harus pandai-pandai mengalokasikan usia ini untuk hal-hal yang bermanfaat dan menguntungkan kita di kehidupan selanjutnya.

Maka uraikan dan rencanakan ending hidup kita dengan seindah-indahnya agar kita menjadi hamba Allah yang selamat di dunia dan akhirat.

Sumber : eramuslim.com

0 komentar:

Post a Comment