Pasang iklan di sini Rp. 50.000/bulan

3:41 AM
0
Perenang berdarah Jawa, Ranomi Kromowidjojo meraih medali emas Olimpiade London 2012. Tapi medali emas itu dipersembahkan Ranomi bukan untuk Indonesia, melainkan untuk kontingen Belanda.

Ya, peluang Indonesia meraih medali emas di Olimpiade London 2012, memang nyaris tertutup. Dan nama Ranomi yang 'sangat Indonesia' setidaknya sedikit mengobati kekecewaan kontingen 'Merah Putih' yang gagal mempertahankan tradisi emas Olimpiade.

Perenang putri Belanda itu merebut medali emas untuk nomor bergengsi 100 meter gaya bebas perseorangan Olimpiade London, Jumat (3/8) dinihari WIB. Perenang 21 tahun ini finish tercepat dengan catatan waktu 53.00 detik. Catatan waktu itu juga merupakan rekor Olimpiade baru.

Reuters menyebutkan, Ranomi mencatatkan diri sebagai perenang putri Belanda pertama yang memenangi nomor bergengsi 100 meter gaya bebas perseorangan putri ini sejak era Inge de Bruijin di Olimpiade Sydney 2000. Sepak terjang Ranomi di Aquatics Centre, London, sungguh mengagumkan. Gadis yang dijuluki 'Flying Dutchwoman' ini memacu kayuhannya di detik-detik terakhir untuk melewati lawan-lawannya, meski sempat tertinggal pada posisi keempat di putaran pertama.

Finish paling depan, gadis hitam manis itu pun berhak atas medali emas. Aliaksandra Herasimenia dari Belarusia meraih medali perak dengan catatan waktu 53.38 detik, sedangkan medali perunggu diraih atlet Cina, Tang Yi dengan waktu 53.44 detik.

Meski berhasil mendulang emas, Ranomi mengaku tidak puas dengan catatan waktu yang dibuatnya di Olimpiade London 2012. "Saya tidak puas dengan catatan waktu," katanya seperti dikutip ESPN. "Namun, medali emas tetaplah medali emas dan saya memang mencari medali emas," lanjut perenang yang tahun ini memiliki catatan waktu terbaik, 52.75 detik itu.

Kini, nama Ranomi bisa disejajarkan dengan dua perenang idolanya yang juga legenda renang Belanda, perenang putra, Pieter van den Hoogenband dan Inge de Bruijn yang pernah meraih 15 medali di Olimpiade Sydney 2000 dan Athena 2004.

Nama Kromowidjojo adalah nama keluarga yang diambil dari nama kakeknya yang berdarah Jawa. Sang kakek merupakan seorang pekerja kontrak dari Jawa yang berimigrasi ke Suriname dan kemudian menetap dan beranak pinak di sana. Ayah Ranomi kemudian pindah ke Belanda setelah Suriname merdeka pada 1975. Di Belanda, ayahnya menikah dan memiliki anak Ranomi.

Sumber : republika.co.id

0 komentar:

Post a Comment