Pasang iklan di sini Rp. 50.000/bulan

10:18 AM
0
Kelompok muslim dan Yahudi Prancis bersama-sama mengecam insiden yang menimpa sebuah masjid di Kota Montauban, Prancis. Dalam insiden itu, dua kepala babi dibuang ke masjid tersebut.

Dewan Keyakinan Muslim Prancis menyebut aksi pengotoran masjid tersebut sebagai "provokasi rasis dan xenofobia". Lembaga tersebut menyerukan otoritas untuk menangkap dan mengadili segera mereka yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Kepala-kepala babi tersebut digantung di gerbang masuk masjid tersebut sesaat sebelum salat subuh pada Rabu, 1 Agustus waktu setempat. Darah babi juga ditumpahkan ke tanah.

"Ini hina," cetus pemimpin masjid, Hajii Mohamed, kepada AFP, Kamis (2/8/2012). "Menyerang agama seperti ini, saya tidak tahu apa yang terjadi. Orang-orang sangat marah, khususnya saat Ramadan," katanya.

Badan Dewan Perwakilan Institusi Yahudi Prancis juga mengecam dan marah atas "penistaan penuh kebencian terhadap masjid tersebut".

Kelompok Perserikatan Mahasiswa Yahudi Prancis juga mengecam insiden tersebut. Ini merupakan insiden serupa pertama yang terjadi di wilayah Tarn-et-Garonne, Prancis selatan. Beredar spekulasi bahwa insiden ini sebagai pembalasan atas aksi penembakan yang dilakukan pengikut Al-Qaeda, Mohamed Merah pada Maret lalu.

Saat itu Merah menembak mati dua prajurit terjun payung di Montauban juga tiga anak sekolah Yahudi, seorang rabi dan seorang tentara lainnya di kota Toulouse. Merah akhirnya bunuh diri saat apartemennya dikepung polisi.

Sumber : detik.com

0 komentar:

Post a Comment