Pasang iklan di sini Rp. 50.000/bulan

12:36 PM
0
Aparat di China menggagalkan upaya penjualan ratusan ekor kucing ke berbagai restoran di negara tersebut. Saat ditemukan, kucing-kucing ini ditempatkan berdesakan di kandang-kandang sempit di atas sebuah truk.

Dilansir Daily Mail, Kamis 1 November 2012, upaya penjualan ini digagalkan di pos pemeriksaan kendaraan di Xuzhou, sebelah timur provinsi Jiangsu. Kepada polisi, pemilik truk mengaku mereka membawa kelinci di dalam kandang. Namun, ketika selubung truk di buka, polisi sangat terkejut.

Sekitar 500 ekor kucing dijejalkan di beberapa kandang sempit. Ratusan binatang malang itu terlihat lemas karena kehabisan udara. Beberapa dari kucing itu juga dimasukkan ke dalam karung yang hanya diberi lubang kecil untuk keluar masuk udara.

Polisi langsung menghubungi relawan pecinta binatang di pusat perlindungan binatang setempat. Butuh waktu tujuh jam untuk bernegosiasi dengan pemilik truk agar menyerahkan kucing-kucing tersebut.

Para relawan kemudian memberikan makan dan minum binatang-binatang itu dan merawat kucing yang sakit.

Pemilik truk menolak memberitahu dari mana mereka mendapatkan binatang tersebut. Namun, mereka mengatakan, kucing-kucing itu akan dijual ke restoran-restoran dan pasar hewan untuk diambil dagingnya.

Daging kucing dan anjing menjadi menu favorit di beberapa wilayah di China. Di beberapa pasar hewan, contohnya di pasar hewan Nanhai, kucing dijual bebas. Di pasar ini, puluhan kucing ditempatkan di kandang dan keranjang sempit.

Xinhua menuliskan, setiap tahunnya warga China mengkonsumsi empat juta ekor kucing. Sebagian warga di negara ini meyakini memakan daging kucing bisa meningkatkan kesehatan tubuh.

Sumber : viva.co.id

0 komentar:

Post a Comment